Kamis, 01 Desember 2011

Diwawancarai Polling Center

Masih ingat dengan postinganku yang ini?
Yang isinya tentang ketakutanku akan menjadi korban penipuan yang mengatasnamakan Polling Center.
Ehem, jadi setelah kejadian itu, cukup lama aku tidak mendapat telepon ataupun sms dari Polling center, apalagi setelah mendekati tanggal yang awalnya ditetapkan.
Aku sudah cukup tenang, karena aku tidak perlu khawatir dengan ketakutanku akan dihipnotis.
Setelah itu, sempat ada SMS dari seseorang yang mengatasnamakan Polling Center juga, tetapi aku tak membalas SMS tersebut.

Sampai pada akhirnya, kalau tidak salah 4-5 hari yang lalu. Ada telepon yang masuk dari nomor asing. Sebebnarnya sih, jika ada nomor asing yang masuk ke HP  ku, aku tidak mengangkatnya, tetapi entah kenapa, aku mengangkat telepon itu, karena ku kira itu adalah nomor temanku.
Tahu-tahunya, saat aku mengangkatnya, yang ku dengar adalah suara bapak-bapak. Dan dia mengatakan dari Polling Center. Ketakutanku datang lagi.
Bagaimana ini? Bagaimana ini?
Kira-kira seperti ini percakapannya:
P: Polling Center
A: Aku

P: "Halo, apakah benar ini dengan Syifaurrahmah Izzati?"
A: -Mendengar nama lengkapku disebutkan, aku langsung berpikir telepon ini dari rekannya orang kemarin- "Iya, benar. Ini dengan siapa ya?"
P: "Saya dari Polling Center. Apakah benar mbak Syifa pernah mengikuti lomba penulis muda pada tahun 2008?"
A: "Kayaknya iya. Soalnya lupa sih, ikut lombanya pas SMA" -jawabku dengan nada tidak meyakinkan-
P: "Oh, jadi ikut lombanya pas SMA ya? Berarti sekarang sudah kuliah ya? Di mana? Di UNRAM -Univeritas Mataram, di Lombok, NTB- atau di Dompu -Daerahku-?
A: "Bukan. Tapi di Malang. "
P: "Oh... Lagi di Malang ya? Ya sudah mbak, terima kasih"

Dan telepon itu pun akhirnya di matikan. Terima kasih ya Allah... Jantungku rasanya berdetak kencang waktu menjawab telepon itu.
Setelah itu, ada beberapa kali telepon yang masuk dari nomor bapak Polling Center tadi. Tapi nggak aku angkat. Lebih baik menghindar, pikirku.
Dan, sampai pada akhirnya -lagi-, kira-kira dua hari yang lalu, hari Selasa. Aku sedang berada di Sekertariat UKM. Tiba-tiba ada nomor asing yang masuk -lagi-, dan lagi-lagi, aku mengira itu dari temanku. Dengan polosnya, aku mengangkat telepon itu.
Dan kau tahu apa? Yang ku dengar adalah suara ibu-ibu, mendengar itu, aku sudah stress lebih dulu. Pasti dari 'sana'. Ternyata benar, dan nama lengkapku disebutkan lagi.
Jadi ibu-ibu itu, bilang kalau dia dari Polling Center Surabaya, dan ingin melakukan wawancara denganku. Sumpah!!! Saat sedang telepon-teleponan itu, aku STRESS!!!  
APA YANG HARUS KULAKUKAN??? 
Ibu itu -aku lupa namanya- menanyakan padaku, kapan aku bisa diwawancarai? Karena aku keesokan harinya ada rapat, ku bilang saja lusa, alias hari Kamis. Dan untuk tempat pertemuannya pun, ku bilang  saja di Kampus, karena aku takut, jika bertemu dimana, aku akan dibawa lari -korban sinetron-. Dan kalaupun tempatnya aku lebih takut lagi. karena aku di kos-kosan yang seorang diri.
Setelah telepon dimatikan, wajahku seperti baju yang belum di setrika. Benar-benar kusut!!! Aku bingung, apa yang harus ku lakukan sekarang?
Akhirnya aku menujuk ke kantor BEM, dimana disana ada sahabatku yang sedang sibuk-sibuknya menajdi panitia untuk menyiapakan acara yang diadakan di Kampus ku.
Lalu ku panggil dia.

A: Ayo, sini sebentar.
D: Kenapa?
A: Sebentaaaaar aja... -rengekku dengan ekspresi yang tadi ku gambarkan-
Akhirnya aku menceritakan kepada temanku isi telepon tadi, dan  juga ketakutan-ketakutanku. Kau tahu apa? Bukannya menghiburku, dia malah menyalahkanku.

D: Kamu sih... Kok telepon gitu masih diladein. Kalo aku jadi kamu, langsung aku matiin teleponnya. Toh orangnya nggak kenal sama kamu.
A: Tapi kan aku sudah terlanjur janjian sama orangnya, terus gimana???? -curhatku sambil menahan tangis-

Dan lagi-lagi, dia malah menyalahkan kebodohanku.
Terus aku bilang sama dia,
" Kamu ini, nggak cocok jadi Konselor. Nggak cocok jadi Konsultan. Masa orang curhat, bukannya ngasih solusi, malah nyalahin orang. Huhuhuhuhuhu... " Ucapku sambil pura-pura menangis. 
Aku menjadi semakin bertambah takut.  
Tetapi yang ku suka dari kata temanku, "Allah itu mengikuti prasangka hambanya. Sudahlah, kalau orang baik, pasti akan dilindungi oleh Allah."

Aku suka kata-katanya yang itu. Aku pun berusaha berpikir positif, dan berdoa, semoga apa yang aku takutkan tidak terjadi. Tetapi tetap saja, hal itu tidak merubah moodku. Aku tetap diam dan cemberut.
Setelah itu pun, aku curhat ke salah seorang senoiorku. Katanya, keputusanku untuk melakukan wawancara di Kampus sudah tepat. Karena di Kampus banyak anak-anak yang melihat. Jadi, tenang saja. Aku sampai menitip pesan pada seniorku, untuk memantauku. Jangan sampai aku pergi dengan orang itu. Aku takut dibawa lari!!!

Dan, hari yang ditakutkan pun tiba. Jam menunjukkan pukul 14.00 WIB, sebuah telepon masuk. Dari ibu Polling Center. Ternyata si ibu sudah di kampus. Saat akan berjalan ke tempat pertemuan, aku mencoba untuk berpikir positif. Karena menurutku, jika itu bohongan, kenapa Polling Center ini berusaha beberapa kali menghubungiku, sampai-sampai beberapa orang yang berbeda yang meneleponku.
Setelah si ibu memberi tahu ciri-cirinya: MEMBAWA TAS MERAH. Kami akhirnya bertemu.
Dan tempat duduk yang berada di depan perpustakaan menjadi tempat yang dipilih untuk wawancara kami.
Si ibu pun meberikan BANYAK pertanyaan padaku yang berkaitan dengan isi lomba yang ku ikuti DULU saat tahun 2008.
Aku kan lupa-lupa ingat, jadi maaf saja ya Bu, kalau jawabannya kurang memuaskan. :)
Sekitar satu jam berlalu dan berlembar-lembar pertanyaan sudah ditanyakan padaku. Capek ternyata diwawancarai itu. Tetapi syukurlah, wawancaranya itu cukup santai.
Dan... Dan... Dan... You know what????
Saat akan mengakhiri proses wawancara, si Ibu memberikan sesuatu padaku.
Ini, ada kenang-kenangan dari Polling center. Mungkin nggak seberapa. -katanya sambil memberikan sebuah tas merah yang sejak tadi dibawanya.
Aku mengucapkan terima kasih. Dan ibu itu pun berpamitan.
Saat berjalan ke arah UKM, rasanya langkahku ringan sekali. Senyum tidak pernah lepas dari wajahku. Alhamdulillah, Allah masih sayang padaku.

Dan, inilah pemberian dari Polling Center tadi. Bukannya Pamer ya, cuma mau nunjukkin. -sama aja kali-
Hehehehe


the red bag

From Polling Center

Yuk, Tengok isinya...

Yuk, tengok isinya
 Dan inilah diaaaaa....
Dan, inilah Diaaa

Buku Tulis

dan Thermos Mug
Terima kasih buat Polling Center atas kenang-kenangannya. Maaf sebelumnya saya sudah berpikiran buruk tentang kalian.
Semoga tambah sukses deh :)

7 komentar:

  1. loh saya yang tinggal di lombok kok gak pernah ditelpon. apalagi pernah tuh saya ikut lomba karya tulis menpora tahun 2008, yang tahun 2010 juga pernah. hmmmm pengen juga tuh dapet mug. pokoke gratisan mau saja lah, hehehe

    BalasHapus
  2. rusydi hikmawan : Hehehe... Kemarin lomba yang saya ikuti itu diadakan oleh UNICEF, dan untuk yang diwawancaraipun tidak semua orang. Hanya dipilih beberapa saja. Kemarin pun saya hanya sebagai peserta, belum berhasil lolos sampai ke final. :)

    BalasHapus
  3. betul yah jadi jangan negatif ting ting, eh thinking, jalanin dulu aja, Alloh tidak tidur koq,,semoga tetap menjadi Inspirasi buat kita smua,

    BalasHapus
  4. serahkan saja semuanya pada yang maha Pencipta...:)

    BalasHapus

bagi2 komentnya ya... ^_^